Skip to main content

Pemuda dan Sebutir Telur

Pada suatu pagi seorang pemuda berjalan menyusuru hutan, tiba-tiba dia melihat sebutir telur ayam hutan yang sangat menarik, warnanya putih bersih, pemuda itu pun langsung membawanya pulang.

Sesampainya di rumah pemuda itu memberi tahukan pada ibunya perihal terur tersebut, sang ibu berkata :” anakku, kalau kamu mau telur itu menetas, letakkanlah di kandang ayam kita, disana ayam kita ada yang sedang mengerami telurnya, biar telur itu ikut dierami juga”. Pemuda itu menjawab, “Tidak ibu, aku sangat senang dengan telur ini, aku akan menaruhnya di kamar tidurku, agar aku bisa melihatnya setiap waktu”. Sang Ibu hanya tersenyum.

Setiap pagi pemuda itu memperhatikan telur miliknya, dibersihkan dari dari debu yang menempel, pemuda itu ingin telur miliknya selalu bersih dan indah.

Pada suatu hari, kakak  dari pemuda itu masuk kamar tanpa sepengetahuannya, dia melihat telur yang sangat cantik itu dia pun mendekati dan ingin menyentuhnya tapi tiba-tiba sang pemuda itu masuk dan berteriak,”Jangan sentuh kak, itu punyaku”.

Sang kakak segera bediri menatap adiknya lekat, dan berkata. “Adikku, telur itu sangat bagus, kalua dia menetas pasti akan menjadi ayam hutan yang cantik, Taruhlah dikandang ayam kita biar sihitam mengeraminya”.

Pemuda itu menjawab,”Tidak kakak, disini lebih bersih, hangat dan aman”. Sang kakak tersenyum dan segera berlalu.

Hari pun berganti, minggu berlalu, Pada suatu malam, sang pemuda bermimpi telor miliknya menetas, menjadi seekor ayam hutan yang sangat cantik, bulu-bulunya warna warni, kakinya putih bersih. Saat terbangun segera dia memperhatikan telornya,, dan dia melihat ada sedikit retak,”oh, benar dia akan menetas” pikirnya. dia menungguinya sampai sore hari dan berganti malam, tapi tidak menetas juga.

Saat pagi sang ibu mengetuk pintu kamarnya dan membangunkan dia dan berkata,”sayang, ibu mencium bau busuk dari kamarmu, ibu rasa itu dari telur milikmu itu”.

Telur PecahSang pemuda segera memeriksa telur miliknya dan benar, baunya sangat tidak enak, ada cairan berwarna kuning keluar dari cankangnya dia tersenyum dan berkata,”bu, telur ini mau menetas”.

Sang ibupun menjawab, “Tidak sayang, telur ini  sudah busuk, kamu harus membuangnya jauh-jauh”. Sang pemuda diam dan kali ini dia merasa perkataan ibunya benar, telur yang cantik  itu telah membusuk dan dia harus membuangnya, dan berkata; “Ibu, maafkan aku, aku tidak mendengarkanmu waktu itu, kalau saja aku menitipkan telur ayam hutan itu pada si hitam pastilah dia sudah menetas”.

Sang ibu menyahut :”Tidak apa-apa sayang, ini sebuah pelajaran berharga untukmu jika mencintai sesuatu harus memperlakukannya secara wajar, tidak berlebihan”
Sang ibu menyahut :”Tidak apa-apa sayang, ini sebuah pelajaran berharga untukmu jika mencintai sesuatu harus memperlakukannya secara wajar, tidak berlebihan”

Sang pemuda :”iya bu,, terimakasih.

Comments